Sisfo2Ride – Bahagia Bersama Kalian

Aku pernah bercerita tentang sebuah persahabatan yang setara dengan rasa kekeluargaan.
Melindung, mengayomi, dan menasehati.
Tempat berbagi kisah suka, duka, kekecewaan, keperihan maupun kebahagian.

Ini bagian dari sahabat-sahabatku yang lainya, kepada mereka aku bukan lagi ivan yang rajin menggurau ataupun tak pernah absen menjahili sahabat-sahabatku. Aku terlihat lebih perasa (sensitif) entah kenapa, dan mulai kapan aku merasa aku menjadi orang yang perasa. Aku tidak pernah sekalipun terbesit dipikiran menyesali guyonan mereka, yang kupikirkan kenapa dengan aku, menjadi pribadi yang perasa ataukah hanya perasaanku saja.

Kuakui, aku memiliki masalah dalam memulai hubungan pertemanan, ya wajar saja. Aku bukan orang yang mudah bergaul dan mengakrabkan diri dengan orang lain, kelemahanku yang satu ini sepertinya akan menghambatku dimasa yang akan datang. Bahagianya memiliki teman yang banyak dan rasa solidaritas yang tinggi. Aku ingn seperti itu, namun itu tak pernah kuwujudkan, dan hanya menjadi sebuah keinginan hampa. Aku bahagia mengenal mereka, yang telah kujadikan bagian dari sebuah kehidupanku. Aku menyadari mungkin dari semua laku ada banyak hal yang tidak disukai mereka, kumaklumi dan kuhargai mereka. Aku percaya pada dasarnya saat mereka mulai mengguyoni aku, pada saat itu juga aku merasa aku ada disekitar mereka, dibandingkan aku harus berada disekitar mereka tanpa ada yang menjahiliku.

Aku bahagia ?

Tentu !

Setiap manusia terlahir bededa, begitu pula cara mereka menyesuaikan lingkungan. Ada yang mampu menyesuaikan dan ada pula yang lambat, namun menurutku ada pilihan lain selain kedua itu yakni kedua yang saling menyesuaikan.

Teman – temanku yang baik hatinya, jika aku melukaimu maafkanlah ketidaksengajaanku, aku sadar aku belum mampu menjadi seorang sahabat yang sangat baik hatinya, namun tegurlah aku jika aku melakukan kesalahan yang membuat hatimu terluka, agar kesahalah itu tidak terulang kembali.

Sebuah ucapan terima kasih telah menjadikan aku teman kalian, mungkin ucapan yang janggal diutarakan, namun kalimat itu pula yang paling tempat dari jumlah kata yang keluar dari pikiranku.

Hanya terima kasih ?

Kurasa, untuk saat ini hanya itu yang aku punya.
Dua kata yg indah dan sangat sederhana yang mewakili perasaanku.
Semua canda tawa kita, akan menjadi kenangan yang tersmpan aman di relung-relung ingatanku. Khilaf yang membuat kalian kecewa kuharap dilupakan, jika hal itu sangat menyakitkanmu maka maafkanlah aku atas segala khilafku itu nantinya.

Jangan berpaling dari aku sahabat – sahabatku.

Ami dan Eri (Hasil dari Persahabatan)

Ami adalah nama panggilanku yang diberikan oleh Eri, begitu pula Eri adalah nama panggilan yang kuberikan untuknya.

 

Beberapa hari yang lalu aku sempat terfikirkan olahnya, tentang masalah ia beberapa waktu yang lalu, tak akan ku bahas masalah itu disini, aku hanya akan menjelaskan awal persahabatan kami.

Awal kami berteman saat Aku dan Dia masih duduk dibangku SMA, saat itu kami berdua menempati kelas bersama 39 siswa lainnya. Walau aku sudah mengenalnya sejak kelas X namun aku tidak pernah berbincang dengannya, hanya mengetahui saja.

Dia Adalah wanita berjilbab satu satunya dikelas, awalnya aku menganggap biasa saja. namun ternyata dia sedikit mencuri perhatianku, ternyata dia seorang yang hebat merangkai kata-kata sejak ia SMP (lebih tepatnya saat ia di pesantren). Saat aku membaca tulisan-tulisannya aku menjadi tertarik dengannya, berbagi tulisan-tulisan, kalimat kalimat singkat dengannya. persahabatan kami semakin dekat saja namun sedikit dibarengi dengan kejahilan kejahilan ku kepadanya.

Mungkin itu awal dari persahabatan kami,

Namun bukan saja dengan dia, aku juga bersahabat dengan yang lainnya dikelas itu.

Namun hanya dengan dia aku mempunya nama panggilan tersendiri, Aku juga tidak tahu apakah teman-teman yang lain mengetahu arti dari nama itu. biarlah itu menjadi bagian dari sejarah persahabatan kami..

 

Ami dan Eri. :)